BERITA

  • SMAN 1 Banjarnegara Bermitra dengan SMAN 1 Biak, Provinsi Papua dan Papua Barat

    SMAN 1 Banjarnegara Bermitra dengan SMAN 1 Biak, Provinsi Papua dan Papua Barat

    SMAN 1 Banjarnegara Bermitra dengan SMAN 1 Biak, Provinsi Papua dan Papua Barat

    Pemerintah dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja guru Pendidikan Menengah (Dikmen) di Provinsi Papua dan Papua Barat, melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus mengadakan program kemitraan dengan guru berkompeten dari sekolah lain yang memiliki potensi baik di bidang akademik maupun nonakademik.

    Program kemitraaan antarsekolah ini dilaksanakan sejak bulan September 2018 sampai akhir Desember 2018.  Program kemitraan sekolah di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat diharapkan terjadi peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk meningkatkan kompetensi yang signifikan dalam pendidikan, masif dan berkesinambungan. Program ini merupakan stimulasi awal untuk saling berbagi pengalaman, menginspirasi, menularkan inovasi pembelajaran, membangun keunggulan yang bermuara  pada peningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi guru di Provinsi Papua dan Papua Barat.

     Provinsi Papua dan Papua Barat menunjuk beberapa kabupaten sebagai sekolah imbas. Di Papua ada 4 kabupaten yaitu Kabupaten Biak, Nabire, Merauke dan Kota Jayapura. Sedangkan di Papua Barat ada 2 kabupaten yaitu Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Tiap kabupaten mengirimkan 3 orang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan  Matematika. Direktorat memilih sekolah mitra yang  memiliki kompetensi keunggulan baik dibidang akademik maupun nonakademik.

    Program Kemitraan di Papua dan Papua Barat ada 6 sekolah. Diantaranya SMA 1 Banjarnegara dengan SMA N 1 Biak, SMA N 3 Jayapura dengan Purwareja Klampok,   SMA N 2 Semarang dengan SMA N 1 kota Sorong, SMA N 1 Cilacap dengan SMA N 2 Sorong, SMA N 1 Pati dengan SMA 3 Merauke, SMA N 1 Pemalang dengan SMA Plus KPG Nabire.


     Dalam kegiatan tersebut, guru imbas inti  melakukan On Job Learning ( OJL)  di sekolah guru mitra terkait dengan imlementasi pembelajaran abad 21 yang menitikberatkan pada pembelajaran berpusat pada siswa, pembelajaran kontekstual,  asesmen kemampuan peserta didik, penguatan pendidikan karakter,  implementasi Gerakan Literasi Sekolah, peningkatan mutu proses pembelajaran, dan wawasan 4 pilar.

     

    Guru mata pelajaran Matematika SMAN 1 Biak, yaitu Siti Hawa bermitra dengan guru SMAN 1 Banjarnegara, yaitu Ibnu Rokhmadi. Pelaksanaan selama satu pekan sejak hari Senin s.d. Sabtu, tanggal 24 September s.d. 29 September 2018.

    Duta sekolah imbas dari SMAN 1 Biak yaitu Siti Hawa , guru mata pelajaran Matematika mengadakan On Job Learning (OJL) di SMAN 1 Banjarnegara bekerja sama dengan Ibnu Rokhmadi sebagai guru mitra.  Siti Hawa selama sepekan mengadakan on the job learning di sekolah mitra berkaitan dengan kegiatan praktik inovasi pembelajaran, metode mengajar, PTK, pelaksanaan program literasi dan kegiatan lainya. Hasilnya nanti akan dikembangkan dalam  On Job Learning (OJL) di sekolah imbas binaan. Di Papua ada 15 sekolah binaan yang bermitra dengan SMAN 1 Biak.

    Untuk selanjutnya, Ibnu Rohmadi dari sekolah mitra SMAN 1 Banjarnegara akan mengadakan pendampingan terhadap sekolah imbas binaan di Papua dan Papua Barat  pada bulan Oktober mendatang.

    Sejalan dengan program yang diterapkan di SMAN 1 Banjarnegara dengan adanya  PIN Kejujuran dan Forum Dialog.
    PIN Kejujuran yang diberlakukan di SMAN 1 Banjarnegara dilatarbelakangi oleh gerakan antimenyontek dikalangan siswa. Hal itu disebabkan adanya gejolak di kalangan siswa yang pinter merasa risih saat ulangan harian  atau UAS ada siswa yang mendapatkan nilai bagus tapi hasil menyontek. Kemudian siswa menyampaikan ke sekolah untuk mengantisipasi kebiasaan siswa menyontek saat ulangan maupun UAS.
    Selain itu, pemberlakuan adanya PIN kejujuran juga melatih siswa siap mandiri, jujur dan bertanggung jawab.


    Menurut Siti Hawa, " Saya sangat senang karena dapat bermitra dengan SMA Negeri 1 Banjarnegara karena SMA Negeri 1 Banjarnegara merupakan salah satu sekolah unggulan di provinsi Jawa Tengah. Keunggulan yang nyata terlihat adalah penguatan pendidikan karakter dan gerakan literasi sekolah melalui pembiasaan-pembiasaan baik di kelas maupun di sekolah."

    "Selain itu juga terkesan dengan pemberlakuan adanya pin kejujuran pada siswa, sangat menginspirasi saya untuk bisa diterapkan di sekolah saya di Papua karena disana semangat belajar siswa  cenderung masih rendah," kata Siti Hawa.

    Yusuf Hary Cahyono, Kepala SMAN 1 Banjarnegara menambahkan, "  Di SMAN 1 Banjarnegara juga dilaksanakan forum dialog yang menjembatani antara siswa dengan sekolah. Forum dialog ini bertujuan agar kebutuhan dan permasalahan yang berkaitan dengan siswa bisa terpenuhi dan terpecahkan." katanya.

    Program kesiswaan di sekbid V OSIS SMAN 1 Banjarnegara  melaksanakan  adanya Forum Dialog Siswa. Dalam Forum Dialog, siswa berhak untuk mengajukan pertanyaan berkaitan dengan kebutuhan dan masalah siswa sehingga bisa sejalan dan bersinergi.

    Selain itu, SMAN 1 Banjarnegara memberlakukan program 4 M, yaitu menyenangkan, mengasyikan, mencerdaskan dan menguatkan. Menyenangkan dalam arti dengan kondisi sekolah yang bersih, sehat  dan nyaman serta susana belajar yang bisa dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas sehingga kegiatan pembelajaran tidak membosankan. Mengasyikkkan artinya dengan sarana prasarana yang tersedia lengkap di sekolah menjadikan siswa semangat dan termotivasi untuk lebih meningkatkan kompetensi dan prestasinya.
    Mencerdaskan mengandung makna siswa termotivasi untuk meningkatkan prestasi siswa. Menguatkan maksudnya bagi guru untuk memberikan reward kepada siswa yang memiliki prestasi baik dengan tujuan supaya lebih memotivasi siswa yang lain.

    Penulis : Sunarti, Guru Mapel Bahasa Indonesia, SMAN 1 Banjarnegara

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks