BERITA

  • Simulasi Lomba Pidato di Depan Publik

    Simulasi Lomba Pidato di Depan Publik

     

    Berbicara di depan publik bukan hal mudah bagi pemula yang baru pernah menjadi narasumber ato pembicara di depan orang banyak, bisa saja timbul perasaan grogi, tidak percaya diri atau demam panggung.  Keterampilan berbicara inilah yang perlu dilatih oleh peserta didik mulai sejak sekarang. Peserta didik sangat membutuhkan pengalaman dan belajar untuk bisa tampil lebih percaya diri dan mantap jika berbicara di depan publik. Hal inilah tang mendorong peserta didik mengikuti Simulasi Lomba Pidato di depan publik yang dilaksanakan oleh guru Bahasa Indonesia, Ibu Sunarti untuk penilaian tugas dalam kompetensi dasar Teks Ceramah.  Materi kompetensi dasar teks ceramah dikembangkan dalam pembelajaran menjadi menulis naskah pidato dan diimplementasikan dalam simulasi lomba pidato di depan publik yang dilaksanakan bertempat di ruang publik di Balai Budaya Banjarnegara.  
    Kegiatan diawali peserta didik membuat konsep teks pidato dengan tema bebas, dikonsultasikan dengan guru kemudian diketik naskahnya dan dilatih untuk presentasi.  
    Peserta didik mengambil tema beragam,  diantarnya masalah politik,  economi, budaya,  pendidikan,  kenakalan remaja,  masalah sosial dan ada yang tema memotivasi. Tema yang beragam ini menunjukkan peserta didik mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas diambilkan dari apa yang mereka baca, dengar,  liat dan rasakan dalam kehidupan di masyarakat.  Konsepnya bervariasi sesuai kemampuan peserta didik mengeksplorasikan ide dan gagasannya.  
    Penilaian dilaksanakan secara obyektif baik dari guru maupun peserta didik yang ikut serta menilai teman yang maju, dengan durasi 5-7 menit setiap peserta didik.  Hasil penilaian kemudian direkap,  dan diberi peringkat diambil tiga besar terbaik.
    Yang masuk tiga besar terbaik mendapatkan hadiah dari guru, Ibu Sunarti, S. Pd berupa piagam penghargaan dan uang sekadar bebungah untuk beli sesuatu yang bermanfaat. Pemberian hadiah dilaksanakan pada saat kegiatan Pramuka Blok di sekolah sehingga ada kesan yang bisa menjadi kenang -kenangan bagi peserta didik.
    Sunarti,  Guru Bahasa Indonesia mengharapkan para peserta didik bisa mengaplikasikan keterampilan berbicara yang mereka dapatkan di sekolah, dan membekali peserta didik untuk lebih terampil jika mereka sudah terjun di dunia masyarakat.  Keterampilan berbicara sangat bermanfaat bagi peserta didik bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata di masyarakat.
    "Harapan saya dengan kegiatan simulasi Lomba Pidato di depan publik,  peserta didik akan lebih percaya diri,  dan lebih yakin jika tampil berbicara di depan banyak orang minimal di sekolah. Mereka semua adalah calon pemimpin bangsa yang harus percaya diri,  mantap, dan mumpuni jika berbicara di depan publik." jelasnya.
    Salah satu peserta didik,  Anissa Edy Setiyani,  mengungkapkan sangat senang mengikuti kegiatan simulasi Lomba pidato di depan publik,  karena bisa melatih dirinya untuk lebih terampil berbicara dan lebih percaya diri jika nantinya harus berhadapan dengan orang banyak.
    "Saya senang mengikuti kegiatan simulasi Lomba Pidato di depan publik ini,  karena bisa tampil lebih percaya diri,  lebih yakin dalam mengembangkan ide gagasan saya untuk disampaikan ke teman-teman maupun ke guru.  Yang semula tidak berani tampil,  saya jadi lebih PD dan lebih berani untuk berbicara di depan banyak orang, minimal di kelas saya. " ungkap Anissa.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks