BERITA

  • Sinematografi (SFS) memperoleh Terbaik 1 Srikandi Award FFPJ ke 10 Jogjakarta 2019 tingkat Nasional

    Sinematografi (SFS) memperoleh Terbaik 1 Srikandi Award FFPJ ke 10 Jogjakarta 2019 tingkat Nasional

    Bebrayan ing Pandum Berjaya dalam Srikandi Award

    Smansabara kembali mengukir prestasi dalam dunia perfilman pelajar dalam ajang Film Pendek Dokumenter Tingkat SLTA / setara. Ajang lomba bergengsi tingkat nasional diselenggarakan oleh Yayasan Festival Film Pelajar Jogja.

    Film pendek yang diangkat dari kehidupan nyata dunia perempuan  yang memiliki kekuatan ide pernyataan perspektif dan cerita tentang individu atau kelompok perempuan yang inspiratif serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara.
     
    "Bebrayan ing Pandum" turut berjaya dalam ajang bergengsi festival film pendek dokumenter bertempat di kampus Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (STIPSI Jogja) pada tanggal 14-15 Desember 2019.
    Film pendek karya Daru Satrioadi, Afrizal A, Erlina Sih M, Widya Rakhma, Hana Amelia mendapat peringkat terbaik dalam ajang Srikandi Award FFPJ ke-10 Jogjakarta 2019 tingkat Nasional.

    Ahlis Widianto sebagai pembina Ekstrakurikuler Sinematografi  menuturkan  FFPJ sudah melaksanakan 10 tahun awarding sebagai penghargaan karya film bagi sineas muda dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK seluruh nusantara.

    "Ekstra Sinematografi Smansabara mengikuti dari 2016 masuk nominasi terbaik 3 untuk jenre video musik, 2018 masuk nominasi terbaik 2 film dokumenter dan 2019 terbaik 1 film dokumenter,  karena dengan membuat film mereka dapat merealisasikan ide kreasinya dan memberikan pesan pesan yang terdapat dikarya filmnya untuk orang lain. Semuanya ini demi mengapresiasi hasil karya shg smansabara sangat mendukung kegiatan tersebut untuk mengasah kompetensi non akademik peserta didik." jelasnya.

    Salah satu peserta, Daru Satrioadi W mengaku sangat bangga karyanya dengan teman-temanya mendapat peringkat terbaik.

    Untuk acara penganugerahan diterimakan tanggal 14-15 Desember 2019, namun untuk penerimaan karya sudah dibuka sekitar 3 bulan sebelumnya. Acaranya diselenggarakan di jogja tentunya di kampus stipsi Jogjakarta, pesertanya datang dari seluruh Indonesia, ada dari lampung, dari kalimantan, dan masih banyak lagi.

    "Kesannya saya sangat  terharu karena  festival tahunan seperti ini diadakan  setiap tahun dari kelas 10 saya selalu mengirimkan karya saya, namun tidak lolos. Namun di tahun terakhir saya, karya saya bisa lolos. Sebenarnya saya sudah cukup puas lolos masuk nominasi, saya tidak berharap lebih. Namun Allah meridhoi karya kami untuk mendapat karya terbaik I dalam kategori Srikandi Award." jelasnya.

     Mereka berhak mendapat plakat, sertifikat piagam, dan beasiswa jika melanjutkan ke STIPSI Jogjakarta

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks