BERITA

  • Mendapatkan Medali di Lomba Tingkat Nasional Ananda Anisa Edi Setyani Bidang Kebumian Tahun 2020

    Mendapatkan Medali di Lomba Tingkat Nasional Ananda Anisa Edi Setyani Bidang Kebumian Tahun 2020

    Siswa SMAN 1 Banjarnegara berhasil mendapatkan medali perak  dalam ajang bergengsi Kompetisi Sains Nasional tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Kebumian, Ekonomi dan Geografi pada tanggal 12 sampai dengan 17 Oktober 2020 melalui daring dan virtual.

    Menurut pembina OSN Kebumian, Wiyono, perwakilan tim KSN bidang kebumian SMANSABARA bernama Anisa Edi Setiyani kelas XII IPA 1 telah berhasil memperoleh medali perak sebagai juara kedua dan mendapatkan penghargaan khusus Analisis Praktikum Bidang Kebumian di tingkat Nasional pada ajang Kompetisi Sains Nasional  Bidang Kebumian tahun 2020.
    Wiyono menuturkan walaupun pada masa pandemi covid 19 masih  belum berakhir dan segala aktivitas manusia dibatasi , tapi  tidak menghalangi siswa SMANSABARA tampil memukau dan berani berkompetisi secara jujur dan profesional dari rumah masing-masing.
    “Berani jujur juara siap takut,  terbukti slogan tersebut menjadikan saya untuk selalu semangat membimbing , memotivasi dan membekali ilmu yang cukup kepada Anisa Edi Setiyani dari SMANSABARA sehingga dapat meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitua  meraih medali perak/juara 2 tingkat Nasional dan Penghargaan khusus Analisis Praktikum bidang kebumian pada KSN tahun 2020 yang dilaksanakan secara daring.”jelasnya.

    SMA N 1 Banjarnegara sendiri pada tahun 2008-2014 selalu mengirimkan siswa kebumian ke tingkat nasional bahkan internasional. Tetapi 2015-2019 vakum alias tidak ada yang masuk ke nasional. Baru tahun ini bisa masuk kembali dan mendapatkan medali perak.
    Anissa Edi mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa meraih medali perak dan mendapatkan penghargaan sebagai the best practicum. Annisa Edi menuturkan cerita pengalamannya bahwa keinginan  untuk mengikuti KSN sudah ada sejak duduk di kelas IX SMP alumnus SMP N 1 Punggelan.
    “Sebenarnya saya sudah ingin masuk kebumian sejak kelas 9 SMP, kenapa? Karena saudara saya pernah juara di international earth science olympiad (olimpiade kebumian tingkat internasional), setelah masuk SMA akhirnya saya daftar OSN  kebumian atas bimbingan Pak Wiyono .” katanya.
    “Saat kelas X saya hanya lolos sampai tingkat provinsi Jawa Tengah, saat itu saya bertekad untuk bisa maju di nasional tahun  depan, Allhamdulillah bisa terwujud impian saya.” ucapnya penuh rasa syukur.
    Annisa Edi termasuk siswa yang sangat berpotensi di sekolah dan sangat gigi untuk meraih impianya untuk bisa mengikuti Kompetisi Sains Nasional bergengsi di tingkat nasional.
    Dia menuturkan bagaimana bisa mendapat medali?
    1. Cari lingkungan yang supportif yang bisa bantu untuk berkembang di bidang kebumian, seperti mengikuti Try Out dan lomba-lomba yang diadakan universitas.
    2. Kebetulan karena dulu alumni SMANSABARA banyak medalist-nya saya bangun relasi dengan mereka, sehingga saat saya kesulitan menjawab soal atau memahami materi mereka bisa menjadi mentor  untuk saya.
    3. Support sekolah yang sudah memfasilitasi segala kebutuhan saya selama perlombaan, mulai dari persiapan sampai hari-H
    4. Doa dan dukungan orang tua.
    “Saya ingin mengucapkan puji syukur atas kehendak Allah SWT saya bisa mendapat medali, terimakasih kepada orang tua dan keluarga yg selalu mendukung, kepada guru pembina, khususnya Pak Wiyono dan sekolah yang selalu mendukung kegiatan saya dan kepada mentor-mentor saya yang hebat dan membantu saya meraih medali yakni Mas Fenin Rega Randitama, Mba Listiana Aifia, Mas Rizki Wahyu, dan Mas Zainal Imron,” katanya.

    Sudarto, Kepala SMAN 1 Banjarnegara sangat mengapresiasi perolehan prestasi anak didiknya.
    “Sangat bangga dengan prestasi Anissa Edi dan pembinanya, berkat kerja keras dari siswa maupun pembinanya dan dukungan doa dan support dari keluarga Smansabara, semoga bisa memotivasi peserta didik yang lain untuk terus mengukir prestasi dalam segala bidang  akademik maupun  nonakademik, baik ditingkat provinsi, nasional maupun tingkat internasional,” katanya.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks