BERITA

  • SMANSABARA SABET MEDALI  EMAS DALAM KOSN KARATE TINGKAT JAWA TENGAH

    SMANSABARA SABET MEDALI EMAS DALAM KOSN KARATE TINGKAT JAWA TENGAH

    Muhammad Ageng Patrioza  berhasil menyabet juara 1 dan berhak mendapatkan medali emas dalam event Lomba karate Katagori Kelas Kata Perorangan Putra.  Anak muda penyuka “Power Rangers” sejak kecil ini sudah tertarik dengan  karate. Awalanya, ayahnya menyuruh masuk taekwondo namun kemudian diarahkan ke karate.

     Putra pasangan Ari Santosa dan Marjanti ini sejak kelas 1 SD sudah ikut latihan karate dan   saat ini sudah tergabung di klub Golden Karate Squad Banjarnegara.  Penyuka musik dan hobby bermain gitar  yang juga salah satu personil grup band  Little Harmoni Smansabara ini memang sejak SMP sudah mengukir prestasi gemilang di bidang karate.

    Pernah menyabet juara 1 dalam event O2SN tingkat Jawa Tengah tahu 2017 dan meraih medali emas. Kemudian tahun 2019 menjuarai Kejurnas Lemkari dan meraih juara 1.


    Ageng mengaku sangat bangga dan bersyukur memperoleh juara 1 dan menyabet emas dalam event tingkat Provinsi  Jawa Tengah.


    “Kesannya bahagia bisa mendapatkan apa yang saya impikan, yang sudah  diperjuangkan sejak lama, apa yang sudah di korbankan untuk latihan dalam meraih juara tidak sia-sia. Prinsip saya Man jadda wa jadda (barang siapa bersungguh sungguh, akan mendapatkan hasil yang setimpal)” kesannya.

     Prestasi demi prestasi diraihnya tanpa perolehan instan namun dengan usaha keras dan pelatihan ketat dengan pelatih yang sudah professional.

    Dibawah gemblengan seorang atlet karateka, Dodik Prakoso, yang juga  pernah berprestasi bagus pernah meraih medali emas dalam ajang Smarcab Kampus UNS dalam Kumite Beregu se- Asia Tenggara ini sangat ketat  dan disiplin dalam berlatih  untuk mempersiapkan diri dalam Kejurnas  di bulan November ini.  Di sela-sela KOSN,  Ageng  panggilan akrabnya, juga berlatih untuk mempersiapkan mengikuti program Kampus Permata Sakti yang diadakan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

    Menurut Dodik, sang pelatih, melatih Ageng sudah sejak Februari namun semenjak pandemic ini pelatihan di tiadakan secara langsung namun dia melatih secara virtual melalui google meet dan zoom. Latihan  yang dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama TPU, tahap persiapan Umum dengan persiapan fisik agar kinerja otot-otot terlatih karena sudah sekian lama tidak diadakan latihan. Tahap kedua TPK, tahap persiapan Khusus sudah mulai gemblengan fisik dan latihan gerakan-gerakan. Menjelang hari H memasuki TPP, tahap persiapan pertandingan dengan lebih spesifik. Saat-saat latihan disisipi dengan motivasi dengan melihat video saat latihan dan mengapresiasi kekurangan-kekurangannya sehingga pada latihan berikutnya bisa lebih baik lagi.

    “Tujuan utama sebenarnya tidak berfokus pada juara tapi saya berpesan kepada Ageng untuk berupaya maksimal mengaplikasikan apa yang sudah didapatkan selama latihan. Karena jika hanya asal saja, maka akan merugi selama  mengikuti latihan sudah bertahun-tahun tidak akan berhasil. Targetnya dalam kejurnas ini semoga  bisa mendapatkan tropi nasional.” ujar Dodik.  

    “Saya berharap di Banjarnegara tumbuh atlet-atlet karateka yang handal dan berprestasi baik ditingkat provinsi maupun nasional.” katanya lagi. Dodik Prakoso dulu saat menjadi siswa juga pernah menjadi juara 02SN dan  menjadi juara 1  se –Asia Tenggara saat di kampus UNS.

    Suratno, Waka Kesiswaan  sangat mengapresiasi perolehan prestasi yang diraih Ageng.  Pihak sekolah mendukung sepenuhnya prestasi yang diperoleh anak didiknya.

    “Prestasi siswa dibidang olahraga karate  selama ini sudah banyak yang menorehkan prestasi kejuaraan, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional dan beberapa  siswa mendapatkan  medali emas. Semoga untuk kali ini, Ageng juga  bisa lolos dan berprestasi di tingkat nasional. Teruslah berlatih maksimal dan tunjukkan kemampuan diri yang terbaik” ujarnya.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks